Anggaran Pilkades Ditambah Rp 2 M Lebih, Total TPS Jadi 494

  • Terbit Senin, 28 September 2020 - 16:26 WIB
  • SUMEDANG
  • REPORTER: IWAN RAHMAT
  • EDITOR: Usep Adiwihanda

KOTA, SUMEDANGONLINE – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumedang, tengah berupaya menambah anggaran untuk pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) Serentak Tahun 2020. Nominalnya, kurang lebih diatas Rp 2 Miliar, yang kini tengah digodok dalam anggaran perubahan APDB Sumedang 2020 oleh DPRD Sumedang.

“Anggaran perubahan ini diantaranya untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD). Kita nanti cek anggaran tambahnnya, tapi secara total sekitar Rp 2 koma sekian miliar lah. Karena sekarang ini di dewan tengah diolah kan anggaran perubahannya,” kata Kabid Pemerintahan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sumedang, H. Nuryadin di ruang kerjanya, Senin 28 September 2020.

Menurutnya, pada Pikades Serentak Tahun 2020 untuk 88 desa yang akan digelar pada Rabu 16 Desember 2020 nanti, ada penambahan jumlah tempat pemungutan suara (TPS). Yang sebelumnya hanya 266 TPS, kini diputuskan menjadi 494 TPS atau menjadi dua kali lipat. Sehingga dipastikan, membutuhkan anggaran tambahan lantaran masih dalam pandemi covid-19.

Namun ditanya terkait kebutuhan anggaran untuk setiap TPS, pihaknya belum bisa memastikan. Sebab harus menunggu ketuk palu atau pengesahan ajuan pada anggaran perubahan di DPRD Sumedang.

“Anggaran pilkades ini jadi ada dua tahap. Yang kemarin yang sudah disahkan dan anggaran perubahan. Mudah-mudahan anggaran perubahan ini sesuai dengan pengajuan kami. Karena bertambah TPS, berarti APD, honor, kemudian konsumsi juga bertambah. Karena sesuai dengan Permendagri Nomor 65, bahwa anggaran pilkades ini ditanggung oleh APBD kabupaten,” ujarnya.

Terkait pelaksanaannya nanti, lanjut Nuryadin, tetap mencoblos seperti biasa di TPS. Hanya saja untuk kedatangan para pemilih, dilakukan secara bertahap yang dijadwal per-RT.

“Mencoblosnya di TPS, tapi dari, kita tetap menjaga jarak pakai protokol kesehatan, disiapkan sarung tangan untuk pencoblos. Insya Allah lah protokol kesehatan dilaksanakan dengan ketat,” ujarnya.

Untuk kampanye, pihaknya telah sepakat sesuai regulasi yang dijadwal selama tiga hari, hanya bisa dilakukan secara daring dan melalui media massa, selebaran, spanduk, baligo dan sebagainya.

“Dan ini sudah lama sekali, para calon itu sudah melakukan kampanye, secara tertutup tapi yah. Kalau terbukanya kita melarang untuk tatap muka,” tambahnya.

Sementara untuk tahapan pelaksanaannya, akan dimulai pada pertengahan November 2020. Sebab hingga saat ini, masih tersisa sebanyak 14 tahapan. Diantaranya penetapan DPT, penggadaan alat coblos, kartu suara, kampanye dan hari pelaksanaan pilkades.

“Nanti diakhiri dengan pelantikan, Insya Allah bila sesuai jadwal itu tidak akan lebih dari tanggal 23 Desember 2020. Karena 24 Desember 2020, menurut informasi itu sudah masuk cuti bersama,” tukasnya. ***

Baca Juga

ARTIKEL & OPINI PUBLIK