Guru Sejarah pada SMA Negeri 1 Sumedang Hj. Nunung Julaeha

 Tangkapan Layar/Sumedangonline
Webinar : Guru Sejarah pada SMA Negeri 1 Sumedang Hj. Nunung Julaeha

Pembelajaran di Sekolah Belum Menyentuh Kearifan Lokal

PENDIDIKAN

WEBINAR, SUMEDANGONLINE — Guru Sejarah pada SMA Negeri 1 Sumedang Hj. Nunung Julaeha yang menjadi salahsatu narasumber pada saat Webinar Nasional dengan Tema Urgensi Pendidikan Karakter Budaya untuk Pemuda-Pemudi Sumedang dalam Menghadapi Tantangan Zaman menyebutkan sejauh ini pembelajaran di sekolah belum menyentuh pada pembelajaran yang bersifat kontekstual.

“Jadi intinya diproses pembelajaran di tingkat persekolahan memang belum menyentuh pada pembelajaran yang bersifat kontekstual. Pembelajaran tetap berlangsung dengan mengedapankan penilaian yang bersifat kognitif atau pengetahuan. Belum menyentuh ke ranah sikap dan keterampilan berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal,” ujar Nunung pada webinar yang digelar PC SAPMA PEMUDA PANCASILA KABUPATEN SUMEDANG. Senin, 21 September 2020.

Padahal sebut Nunung banyak sekali nilai-nilai positif dari kearifan lokal yang mampu digali. Karena itu dia berharap agara para pemuda dapat bersatu untuk dapat mengangkat kembali kearifan lokal. “Tugas pemuda itu mencari media untuk mempopulerkan ini. Seperti Kang Ipul yang sudah tepat menggunakan sosial medianya untuk mempopulerkan kearifan lokal di Kabupaten Sumedang,” ungkapanya.

Meski demikian sebut dia, harus ada bahan ajar di sekolah yang akan disampaikan ke peserta didik. “Misalkan kan sudah ada regulasinya SPBS, kemudian Pak kadispora sudah punya wilayah-wilayah kearifan lokal tapi kan perlu dikemas, perlu dikemas sesuai dengan kompetensi di SD itu apa, di SMP itu apa, di SMA itu apa. Jadi ada indikator pencapaian kompetensi. Dan diharapkan mereka tidak hanya tahu saja dulu, tapi nilai-nilai yang ada di didalamnya diterapkan,” tandasnya.

Mendukung keinginan salahsatu narasumber, Rangga Amirullah Muslim selaku moderator pada acara yang didukung SUMEDANGONLINE itu mengaku dirinya sepakat dengan statement yang disampaikan Hj. Nunung Julaeha. Karena itu sebut dia, sudah seharusnya Dinas Pariwisata dan Pendidikan untuk melakukan sosialisasi secara masif.

“Keresahan saya secara pribadi sampai hari ini adalah, memang kekurangannya mutan lokal dimasukan pada kurikulum mulai dari Sekolah Dasar sampai SMA. Yang memang nantinya pemuda ini segera dibuka kan matanya. Jangankan melihat krisis ketahanan pangan yang akan segera kita lalui 2021. Belum lagi resesi ekonomi, jangan sampai ditambah dengan kehilangan identitas bangsanya. Identitas khususnya di Kasumedangan ini,” pungkas dia. ***

Tinggalkan Balasan