Desa Margamukti Wakili Sumedang dalam Lomba P2WKSS Tingkat Jabar

  • Terbit Selasa, 27 Oktober 2020 - 18:47 WIB
  • SUMEDANG
  • REPORTER: IWAN RAHMAT
  • EDITOR: Usep Adiwihanda

KOTA, SUMEDANGONLINEsumedang.online/tag/desa-margamukti/">Desa Margamukti Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang, melaju ke tingkat Provinsi Jawa Barat. Hal itu, dalam perlombaan Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (sumedang.online/tag/p2wkss/">P2WKSS).

Seperti dikatakan Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sumedang, Dian Putri Muslich.

Melalui Sekoper Cinta (sekolah perempuan capai impian dan cita-cita), 100 kepala keluarga (KK) binaan di sumedang.online/tag/desa-margamukti/">Desa Margamukti, dilatih agar berkualitas dalam lingkungan dan keluarganya.

“Karena Provinsi Jawa Barat mencanangkan bahwa perempuan Jawa Barat itu adalah juara. Dan karena kita di Sumedang, Wanita Sumedang Juara Simpati,” katanya, Selasa 27 Oktober 2020.

Menurut Dian, sumedang.online/tag/p2wkss/">P2WKSS ini dilaksanakan setiap tahun yang terdiri dari satu desa se-kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat. Namun kali ini, dari 27 kabupaten/kota yang ada di Jabar, hanya 11 kabupaten/kota yang mengikuti perlombaan sumedang.online/tag/p2wkss/">P2WKSS, berhubungan dengan pandemi covid-19.

“Salahsatunya itu Kabupaten Sumedang. Dan Sekoper Cinta ini dilaksanakan oleh Provinsi Jawa Barat melalui tayangan di TVRI Jabar setiap hari Senin, Rabu dan Jumat. Dan kami sebagai fasilitator kabupaten me-review apa yang telah mereka lihat, dan dikumpulkan menjadi dua kelompok (di sumedang.online/tag/desa-margamukti/">Desa Margamukti,” jelasnya.

Kepada 100 KK binaan di sumedang.online/tag/desa-margamukti/">Desa Margamukti, pihaknya berharap agar ada peningkatan dalam kesehanteraan keluarganya. Mulai dari merawat keluarga, lingkungan, kesehatan dan pendidikan.

“Begitu juga bagaimana cara reproduksi, mengurus anak, yang tadinya tidak mempunyai pekerjaan bisa menghasilkan ekonomi keluarga, yang tadinya membuat keripik tidak memakai kemasan jadi dengan kemasan hingga bisa dijual lebih baik lagi dan lain sebagainya,” tukasnya. ***

Baca Juga

ARTIKEL & OPINI PUBLIK