Istighosah dan Lomba Santri, Meriahkan Hari Santri Nasional di Sumedang

  • Terbit Kamis, 22 Oktober 2020 - 20:41 WIB
  • SUMEDANG
  • REPORTER: IWAN RAHMAT
  • EDITOR: Usep Adiwihanda

KOTA, SUMEDANGONLINE — Peringatan puncak Hari Santri Nasional Tahun 2020 di Kabupaten Sumedang, digelar dengan pelaksanaan Istighosah dan sejumlah perlombaan para santri. Acara tersebut, digelar dengan Tema ‘Santri Sehat Santri Kuat’ yang berlangsung di Gedung Negara Sumedang, Kamis (22/10).

Ketua Panitia Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Sumedang, Yayan Muchtar mengatakan, peringatan Hari Santri tahun ini, berbeda dengan gelaran tahun-tahun sebelumnya. Dalam upacara puncak Hari Santri Nasional Tahun 2020 saja, pihaknya hanya bisa melakukan upacara secara virtual.

“Kita mengikuti upacara secara virtual dari Jakarta, kemudian baru kita melanjutkan Istighosah di Gedung Negara Kabupaten Sumedang,” katanya kepada SUMEDANGONLINE.

Dalam acara ini, pihaknya sekaligus memberikan hadiah kepada peserta lomba peringatan Hari Santri Tahun 2020. Lomba itu, diantaranya video dokumenter kegiatan santri dimasa pandemi, lomba video seni, pembuatan clip lagu Alal Wathon dan Sholawat, dan lomba mewarnai TPA/MDA.

“Hari ini diberikan hadiah (kepada pemenang) berupa trophy, piagam dan uang pembinaan,” tuturnya.

Yayan pun atas nama panitia, sangat mengapresiasi kepada pesantren-pesantren yang mengikutsertakan santrinya dalam lomba peringatan Hari Santri Nasional kali ini.

“Mudah-mudahan, santri bisa lebih meningkat dalam segala sesuatunya, baik dalam kesehatan maupun dalam segi SDM apalagi sekarang sudah diundang-undangkan untuk pondok pesantren. Sumedang Simpati, Santri Sehat Santri Kuat,” tuturnya.

Sementara itu Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir menuturkan banyak makna yang bisa diambil dalam Hari Santri Nasional Tahun 2020 ini. Seperti memotivasi para santri, agar lebih meningkatkan lagi upayanya dalam belajar dan berjuang dalam menuntut ilmu.

“Sehingga kedepannya, para santri ini dapat menjadi pemimpin, menjadi kiyai, yang memberikan pencerahan kepada ummat, terutama dalam pembinaan moral masyarakat. Santri juga bisa meneladani ulamanya, terutama dalam pola pikir, pola sikap dan pola prilakunya. Dan dengan sudah adanya Undang-undang pesantren, diharap akan ada perhatian dalam bentuk pendanaan dan sebagainya pada pesantren akan lebih baik lagi, karena sama-sama mencerdaskan kehidupan bangsa,” tukasnya. ***

Baca Juga

ARTIKEL & OPINI PUBLIK