Selama Aksi Buruh, Produktivitas Industri Tetap Berjalan

  • Terbit Kamis, 8 Oktober 2020 - 23:26 WIB
  • SUMEDANG
  • REPORTER: IWAN RAHMAT
  • EDITOR: Usep Adiwihanda

KOTA, SUMEDANGONLINE — Sejak Selasa 6 Oktober 2020 hingga Kamis 8 Oktober 2020, ribuan buruh/pekerja di Kabupaten Sumedang, menggelar aksi damai turun ke jalan terkait penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Namun begitu, tiap perusahaan yang ada di Kabupaten Sumedang, hanya mengirimkan perwakilan pekerja mereka. Sehingga, tidak ada perusahaan atau pabrik yang tutup dalam waktu itu.

“Untuk mempertahankan kondusifitas dunia industri, perusahaan hanya mewakilkan pekerjanya. Sebagian besar karyawan PT. Kahatek dan Ewindo, yang lain hanya perwakilannya,” kata Kabid Hubungan Industrial pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang, Empung Purwasih kepada Reporter SUMEDANGONLINE, Kamis 8 Oktober 2020.

Dari hasil mengkonfirmasi ke pihak perusahaan yang ada di Sumedang oleh Disnakertrans, perusahaan/abrik itu melakukan pembagian shift. Sehingga buruh/pekerja yang ikut aksi damai ke jalan itu, tidak sampai mengurangi produktivitas perusahaan.

Terkait dengan aksi yang digelar dalam dua hari itu, lanjut Empung, sumedang.online/tag/disnakertrans-sumedang/">Disnakertrans Sumedang, berkoordinasi juga dengan serikat buruh/pekerja. Mereka (buruh/pekerja), diminta untuk tetap melakukan aksi dengan memperhatikan protokol kesehatan.

“Karena sekarang pada masa pandemi covid-19. Aksi juga dijalankan dengan damai, tidak ada kekerasan dan tidak ada juga hal-hal yang sikapnya anarkis. Sehingga aspirasi dari para serikat buruh itu tersampaikan,” tuturnya.

Data yang dihimpun SUMEDANGONLINE dari sumedang.online/tag/disnakertrans-sumedang/">Disnakertrans Sumedang, pada 6 Oktober 2020, dari jumlah 50 perusahaan hanya mengirimkan perwakilannya. Kemudian pada tanggal 7 Oktober 2020, SP/SB antara lain dari perwakilan SPSI, GOBSI, PEPSI dan KASBI melakukan aksi unjuk rasa di DPRD Kabupaten Sumedang. Terakhir tanggal 8 Oktober 2020, ada long march peserta aksi dari serikat pekerja dan pekerja buruh sekitar 11 ribuan juga diikuti para  mahasiswa.

Dari jumlah perusahaan di kawasan industri Dwipapuri tersebut, pada tanggal 8 Oktober, hanya ada dua perusahaan tutup, yakni PT. Sunsilon dan PT. Sarana Mitra Sampurna diliburkan dan dirumahkan pekerjanya. Sehingga tidak mengirimkan pekerja untuk melakukan aksi karena untuk menghindari situasi kondisi pandemi covid-19. ***

Baca Juga

ARTIKEL & OPINI PUBLIK