Takut Banjir Lagi, Warga Solokan Jarak Cipacing Pertanyakan Realisasi Danau Retensi

  • Terbit Kamis, 1 Oktober 2020 - 12:56 WIB
  • JATINANGOR
  • REPORTER: ACENG SYARIF HIDAYATULLAH
  • EDITOR: Usep Adiwihanda

JATINANGOR, SUMEDANGONLINE — Menjelang musim penghujan, warga Dusun Solokan Jarak RW 13 dan 18 di Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor, mulai ketar ketir.

Bukan tanpa alasan. Hal itu, dikarenakan wilayah tersebut merupakan langganan banjir apabila musim penghujan. Bahkan ketika intensitas hujan tinggi, ketinggian air di daerah tersebut bisa mencapai dua meter.

Ketua Rukun Warga 13, Yayat atau yang akrab disapa Yuan membenarkan bila wilayahnya langganan banjir bila musim penghujan datang.

“Ketika kekhawatiran itu muncul, suatu yang wajar karena dipastikan semua warga akan mengungsi ketika hujan besar,” ujarnya, Rabu 30 September 2020.

Yuan menuturkan, ketiak banjir tahun kemarin terjadi, ada kunjungan dari bupati, wakil bupati juga juga sekda.

“Bahkan mereka menjanjikan akan menanggulangi banjir ini dengan membuat danau retensi, namun sampai saat ini tidak ada realisasinya,” tandasnya.

Sementara itu menurut Kepala Dusun III membenarkan apa yang dikatakan Ketua RW 13. Bupati dan wakil bupati Sumedang menjanjikan akan merubahnya dengan membuat danau retensi atau penampungan air ketika banjir.

“Bahkan wakil bupati dan sekda memerintahkan agar pihaknya berkoodinasi dengan yang punya tanah untuk dapat beli atau dikelola nantinya,” ungkapnya.

Pihaknya sangat berharap sekali warganya terbebas dari banjir. Dan ketika ada wacana guna mengantisipasinya dari Pemkab Sumedang untuk membangun danau retensi.

“Namun benar juga, kalau sampai saat ini tidak ada realisasi bahkan kabar burungpun tidak ada, sementara pihknya sudah berkordinasi dengan yang punya tanah,” tegasnya.

Tapi kata Entis, pihaknya tetap berharap agar semua itu dapat terwujud, sehingga warganya tidak lagi terkena dampak banjir ketika musim penghujan datang. ***

Baca Juga

ARTIKEL & OPINI PUBLIK