Dihadapan Mahasiswa Aceh, Juru Kunci Makam Tjut Njak Dhien Ngaku Tak Digaji Sejak Juli 2019

SUMEDANG.ONLINE – Juru Pemelihara Makam (Kuncen) Tjut Njak Dhien, Asep Kusnandar, blak-blakan tak sampainya bantuan dari Pemerintah Aceh berkaitan dengan upah juru pemelihara makam sebesar Rp600 ribu perbulannya.

“Mulai 2019 bulan Juni, awalnya ke bapak saya memang ada. Jadi mulai tahun 2019 bulan Juli ke sini tidak ada,” ungkap Asep Kusnandar pada SUMEDANGONLINE, usai menerima kunjungan Mahasiswa Sains Tjut Njak Dhien, Langsa Aceh. Jumat, 6 November 2020.

Asep sendiri sempat bertanya berkaitan dengan permasalahan tersebut ke Dinas Sosial Kabupaten Sumedang. Dikatakan karyawan Dinas Sosial Kabupaten Sumedang saat itu, tidak ada honor lagi. “Waktu itu saya juga sempat tanyakan ke karyawan Dinsos. Terus gimana ini honornya? Aduh maaf pak untuk bapak tidak ada honor. Itu jawabnya,” ungkapnya.

Asep tahu jika ada honorarium untuk juru pemelihara dari Pemerintah Aceh itu, karena dirinya memiliki bukti transfer senilai Rp1,8 juta untuk tiga bulan honor. “Dari Pemerintah Aceh itu ada anggaran biaya untuk honor penjaga makam Tjut Njak Dhien, tetapi tidak nyampai. Nyampainya hanya di Dinsos. Dinsos memberikan uang itu kepada pegawai Dinsos. Tidak sampai ke saya. Jadi untuk mencari keamanan uang itu, ditunjuklah dari Dinsos. Dia yang jadi juru kunci Tjut Njak Dhien. Jadi bukan sebenarnya juru kunci Tjut Njak Dhien,” bebernya yang menyebutkan Asep bekerja sehari-sari di makam tersebut.

Disinggung apakah pemerintah Aceh sudah tahu terkait bantuan yang tidak sampai pada pihaknya. Asep menyebutkan, saat ini dirinya tengah melakukan penelusuran. Termasuk dengan meminta bantuan para Mahasis dari Sains Tjut Njak Dhien, Langsa Aceh yang kebetulan berkunjung saat memperingati Haul Tjut Njak Dhien, Jumat, 6 November 2020. “Saya lagi usut keatasnya itu, sampai saya juga minta bantuan pada Mahasiswa Aceh untuk turut membantu,” jelasnya.

Berkaitan dengan curhatan dari Pemelihara Makam Tjut Njak Dhien tersebut. Muhammad Kemal Abdul Rajak, selaku Mahasiswa Sains Tjut Njak Dhien, Langsa Aceh, mengaku belum mengetahui kejadian sebenarnya meski demikian pihaknya akan melakukan audensi dengan Pemerintah Aceh untuk meminta kejelasan berkaitan dengan hal itu.

“Tadi ada beberapa curhatan dari Penjaga Makam di sini, bahwasannya beliau tidak menerima gaji dari 2019. Itu kami harapkan pada pemerintah, agar di suply ataupun dicukupi fasilitas atau pun hak-hak penjaga makam. Khususnya untuk Pemerintah Aceh dan Sumedang, dan beliu (juru pemelihara) bilang dari Aceh ada dikirim dan ada dinampakkan bukti, dan tidak disalurkan di sini. Mungkin itu, kami juga agak kurang tahu, apa kendalanya. Mungkin disaat kami audensi sama pemerintah setempat di Aceh untuk menanyakan kejelasan,” tutupnya. ***

Tampilkan Selanjutnya

Tinggalkan Balasan