Petir Sambar Kediaman Soleh, Sebagian Kecil Isi Rumahnya Hancur

Soleh: Tangan Terasa Tersetrum Hingga Kaku

CONGGEANG, SUMEDANGONLINE — Hujan deras pada Sabtu 14 November 2020 sore tadi, mengakibatkan sebuah rumah di RT 02 RW 04 Desa Cibeureuyeuh Kecamatan Conggeang Kabupaten Sumedang, tersambar petir.

Pemilik rumah, Soleh (67) sempat dilairkan ke Puskesmas Conggeang, akibat sambaran petir itu. Beruntung, Soleh masih selamat dan hanya mengalami kaku pada tangan bagian kanannya.

Begitu juga istrinya, Yuyun (60) yang tengah berbaring di ruang depan rumahnya beserta anak bungsunya, Dedi Mulyana (17) dan Nenek Inok yang sedang tidur di kamarnya masing-masing, selamat dari musibah itu.

Hanya saja, salahsatu televisi milik Soleh hancur akibat sambaran petir yang terjadi sekitar pukul 15.30 tadi. Begitu juga kulkas, lemari barang, GRC kamar, bilik rumah dan genting hancur. Diduga, sambaran itu berawal pada antena televisi yang dipasang menggunakan bambu.

Saat kejadian, Soleh baru saja menutup pintu rumahnya dan akan duduk di ruang depan. Saat itu, Istrinya Yuyun juga tengah berbaring.

“Langsung saja baru tutup pintu itu petir menyambar ke dalam rumah. Ini tangan (bagian kanan) saya terasa tersetrum, dan tiga jari ini tidak bisa digerakan. Tadi juga saya sempat dari Puskesmas,” katanya.

Disebutkan Soleh, saat itu, dia dan istrinya lupa mencabut kabel antena dan juga colokan televisinya.

“Televisinya tidak dinyalakan, hanya saja tidak mencabut kabel antenanya,” sebut Soleh yang terlihat masih lemas dan syok.

Istrinya, Yuyun ikut menambahkan. Saat ada sambaran petir itu, dirinya tengah berbaring tepat di bawah televisi yang tersambar hingga hancur itu. Beruntung dirinya tidak sampai terkena petir. Begitu juga, Yuyun tidak ampai tertimpa pecahan kaca lemari barang yang saat itu langsung pecah.

“Saya panik, ini ada apa. Suaranya (petir) begitu keras. Saya lihat bapak (Soleh) persis di depan saya kena petir. Ya saat itu bapa dibawa pakai motor ke puskesmas, alhamdulillah tidak sampai apa-apa.” tambahnya.

Keadaan panik juga dirasakan Dedi yang saat itu tengah terlelap di kamarnya. Sebab suara petir, begitu keras terdengar dan tak lama kemudian ibunya berteriak meminta tolong.

Dedi juga masih beruntung. Sebab kamar yang ditempatinya, hanya rusak pada dinding GRC kamarnya yang berada persis di samping televisi yang rusak tersambar petir.

“GRC yang rusak itu berhamburan ke rumah tengah dekat televisi yang tersambar. Tidak sampai masuk ke kamar. Ya saya juga panik, ibu teriak dan melihat kondisi bapa. Tapi alhamdulillah tidak sampai terjadi apa-apa sama kita. Hanya ini rusak-rusak saja,” tuturnya. ***

Tampilkan Selanjutnya

Tinggalkan Balasan