Polres Sumedang Siap Terjunkan Seluruh Personel untuk PAM Pilkades Serentak

  • Terbit Senin, 2 November 2020 - 18:42 WIB
  • SUMEDANG
  • REPORTER: IWAN RAHMAT
  • EDITOR: Usep Adiwihanda

KOTA, SUMEDANGONLINEsumedang.online/tag/polres-sumedang/">Polres Sumedang Polda Jawa Barat, siap menerjunkan 1.100 peronelnya, untuk PAM pengamanan pelaksanaan Pilkades Serentak di 88 desa yang ada di Kabupaten Sumedang pada 16 Desember 2020 nanti.

Namun begitu, jumlah personil akan ditambah dengan bantuan dari Kodim 0610/Sumedang serta Brimob Polda Jabar. Mengingat pelasksanaan sumedang.online/tag/pilkades-serentak-2020/">Pilkades Serentak 2020 ini berlangsung ditengah pandemi covid-19, yang membuat jumlah TPS bertambah dua kali lipat.

Seperti disampaikan Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo usai menghadiri silaturahmi dengan Forkopimcam se-Kabupaten Sumedang di Makodim  0610/Sumedang, Senin 2 November 2020. Menurut kapolres, dari 494 TPS itu kemungkinan akan disiasati dengan pengaturan waktu pencoblosan.

“Sehingga petugas itu dapat berpindah-pindah ke TPS, mengingat jumlah petugas yang terbatas. Dan hasil pantauan, jumlah calon kades itu ada 336. Sedangkan masyarakat yang aktif untuk memilih kepala desa itu, sekitar 267.000 se-Kabupaten Sumedang,” tuturnya.

Kapolres juma mengimbau kepada masyarakat, agar menghindari kerumunan, patuhi prokes, dan pada kampanye 12-13 Desember 2020 untuk tidak mengerahkan massa.

“Lakukan kampanye dengan sesuai protokol kesehatan, dan pada saat hari pencoblosan datang lah sesuai dengan jam yang tertera pada surat untuk hadir di TPS. Sehingga tidak terjadi penumpukan dan kerumunan massa di TPS,” imbaunya.

Disamping itu, AKBP Eko Prasetyo juga tengah mempertajam kring-kring serse untuk menghindari adanya perjudian pada pelaksanaan pilkades nanti. Pihaknya juga mensinyalir sejumlah daerah di Sumedang barat yang rawan akan terjadinya praktik perjudian.

“Seputaran Cimanggung, Jatinangor, Pamulihan, dan Tanjungsari. Sehingga kami tegaskan kepada kapolsek di sana untuk meningkatkan kring serse, khususnya pada hari-hari yang kemungkinan perjudian itu disinyalir dilakukan oleh masyarakat,” tukasnya.  ***

Baca Juga

ARTIKEL & OPINI PUBLIK