Ratusan Peserta Ikut Seleksi Calon Tenaga Kerja ke Jepang

KOTA,SUMEDANGONLINE —Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang, kembali menyelenggarakan seleksi calon tenaga kerja luar negeri (Magang & SSW-Jepang), Kamis 5 November 2020.

Kegiatan yang digelar selama empat hari itu, dilakukan untuk melihat kualitas dan produktivitas tenaga kerja Tahun 2020 oleh tim panitia seleksi. Dan tahapan seleksi materi nerupa tes matematika, buta warna, wawancara, kesehatan dan pemberkasan.

Pada kegiatan tes pertama ini, pesertanya dibagi menjadi 5 kelompok dan mengambil lokasi di Aula Makodim 0610 Sumedang.

Kabid Pelatihan, Gunawikarya mengatakan peserta yang daftar terus bertambah dari tahun ketahunnya. Kali ini, ada 450 peserta yang daftar untuk mengikuti seleksi calon tenaga kerja luar negeri. Mereka daftar ke sumedang.online/tag/disnakertrans-sumedang/' title='Disnakertrans Sumedang' alt='Disnakertrans Sumedang'>Disnakertrans Sumedang secara online.

“Ini merupakan tahun kedua, dan tahun kemarin sudah terseleksi. Kami latih itu sebanyak 52 orang dan tahun ini mudah-mudahan lebih banyak lagi anak-anak muda yang layak berangkat ke Jepang,” katanya.

Para peserta, kata dia, dilatih juga dalam pemahaman budaya dan bahasa Jepang selama empat bulan. Sehingga selanjutnya, peserta melakukan tes wawancara untuk memilih pekerjaan yang cocok dan melakukan pemantapan selama tiga bulan dan terakhir pemberkasan.

“Jadi untuk berangkat ke Jepang itu tidak gampang, minimal setahun mereka bisa berangkat, dan ini perlu dipahami oleh masyarakat. Tahapannya itu panjang. Jadi yang sekarang itu berangkatnya 2021, Desemberan lah itu,” tuturnya.

Di tempat sama, Ketua Tim Seleksi LPK Global Mandiri Indonesia Kabupaten Sumedang, Deden Indragunawan menambahkan, teknis pelaksanaan tes kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena berkaitan dengan pandemi covid-19.

“Kita bagi jadi lima meja tes dalam seleksi ini. Daiantaranya meja satu pisikotes dan matematik, meja dua cek berkas, meja tiga tinggi badan dan berat badan, meja empat wawancara serta meja lima tes mata dan buta warna. Ini diroling agar tidak berjubel hingga tidak numpuk,” tuturnya.

Para peserta juga, nantinya akan mengikuti pra pemagaman selama tiga sampai empat bulan. Selanjutnya akan ikut wawancara dengan pihak perusahaan. Dan bila terpilih, akan ada dulu diklat selama enam bulan.

Jadi prosesnya kurang lebih bisa sampai setahun. Inilah proses yang sebenarnya, hingga dibutuhkan mental yang kuat terutama di bahasa. Apalagi di SSW agak lebih berat, karena ada pesyaratan yang harus memenuhi kualifikasi, serifikasi N4,” tuturnya. ***

Tampilkan Selanjutnya

Tinggalkan Balasan