SMK PGRI 1 Sumedang Gelar Workshop Penguatan Budaya Kerja Bersama IDUKA

KOTA, SUMEDANGONLINE — sumedang.online/tag/smk-pgri-1-sumedang/' title='SMK PGRI 1 Sumedang' alt='SMK PGRI 1 Sumedang'>SMK PGRI 1 Sumedang menggelar Workshop Penguatan sumedang.online/tag/budaya-kerja/' title='Budaya Kerja' alt='Budaya Kerja'>Budaya Kerja bersama Industri Dunia Usaha dan Dunia Kerja (IDUKA) yang merupakan bantuan dari Dirjen Kementerian Pendidikan Vokasi. Kegiatan itu, berupa penyusunan pedoman/aturan budaya kerja di sekolah, pelatihan/diklat budaya kerja untuk tenaga pendidik dan peserta didik, serta sosialisasi penguatan budaya kerja bagi peserta didik dan pendidik.

Dalam kegiatan yang digelar itu, menghadirkan para pemateri dari sumedang.online/tag/smk-pgri-1-sumedang/' title='SMK PGRI 1 Sumedang' alt='SMK PGRI 1 Sumedang'>SMK PGRI 1 Sumedang, PT. Techx Innovations Indonesia, PT. Hasta Prima Indonesia dan Moderator sumedang.online/tag/smk-pgri-1-sumedang/' title='SMK PGRI 1 Sumedang' alt='SMK PGRI 1 Sumedang'>SMK PGRI 1 Sumedang. Semua yang ikut terlibat berasal dari perusahaan swasta industri serta khususnya sekolah yang terkena imbas. Diantaranya SMK PGRI 2 Sumedang, SMK YPPS, Bhakti Nusantara, SMK pemuda 2 dan SMK Informatika Sumedang.

Ketua pelaksana kegiatan Penguatan sumedang.online/tag/budaya-kerja/' title='Budaya Kerja' alt='Budaya Kerja'>Budaya Kerja sumedang.online/tag/smk-pgri-1-sumedang/' title='SMK PGRI 1 Sumedang' alt='SMK PGRI 1 Sumedang'>SMK PGRI 1 Sumedang, Kusmana Sidik mengatakan tujuan dari kegiatan itu untuk membentuk karakter budaya dan kerja lulusan SMK yang berakhlak, jujur, disiplindan serta kompetitif. Kemudian menciptakan generasi penerus bangsa yang berkarakter dan berbudaya Indonesia.

“Kemudian akan mampu menghadirkan sumberdaya manusia SMK yang memiliki mental paripurna serta fisik yang kuat, melahirkan juga generasi pekerja profesional yang berkepribadian Indonesia serta menyediakan fasilitator program penguatan budaya kerja peserta didik SMK,” katanya kepada SUMEDANGONLINE, Jumat 6 November 2020.

Adapun agenda kegiatan Workshop Penyusunan sumedang.online/tag/budaya-kerja/' title='Budaya Kerja' alt='Budaya Kerja'>Budaya Kerja dilakukan sejak 2 sampai 3 November 2020. Kemudian akan berlanjut untuk pelaksanaan Diklat di sekolah yang terkena imbas utamanya kepada guru dan pegawasi sumedang.online/tag/smk-pgri-1-sumedang/' title='SMK PGRI 1 Sumedang' alt='SMK PGRI 1 Sumedang'>SMK PGRI 1 Sumedang pada 9 sampai 10 November 2020. Dan untuk sosilaisai kepada siswa SMK PGRI Sumedang dan siswa sekolah lain yang ikut terkena imbas, pada 16 sampai 20 November 2020 di sekolahnya masing-masing.

“Untung tiga rangkai kegiatan ini menggunakan dua kombinasi kegiatan, yaitu daring dan luring. Jadi ada yang kegiatan secara daring atau online, dan ada kegiatan secara tatap muka. Jadi muatan dari kegiatan ini untuk meningkatkan soft skil peserta didik. Dan untuk sosialisasi penguatan budaya kerja bagi peserta didik dan pendidik diserahkan kepada sekolah masing-masing. Tapi konsep dari kami sudah menyarankan secara online. Karena nanti akan dikasih LMS atau Learning Manejemen Sistem (pola pembelajaran berbasis online) yang disediakan oleh Dirjen Vokasi yang didalamnya terdapat modul-modul pembelajaran,” jelasnya.

“Pada orientasi program ini diarahkan pada proses pengembangan pendidikan secara berkelanjutan (development for sustainable education),” tambahnya.

Menurutnya, budaya kerja ini merupakan cara pandang seseorang dalam memberi makna terhadap kerja. Cara pandang seseorang terhadap bidang yang ditekuninya dan prinsip-prinsip moral yang dimiliki, akan menumbuhkan keyakinan yang kuat atas dasar nilai-nilai yang diyakini, memiliki semangat yang tinggi dan bersungguh-sungguh untuk mewujudkan prestasi terbaik.

“Harapan kedepan khususnya di sumedang.online/tag/smk-pgri-1-sumedang/' title='SMK PGRI 1 Sumedang' alt='SMK PGRI 1 Sumedang'>SMK PGRI 1 Sumedang itu tercipta buda 5R, yang nanti hasilnya akan lebih mengarahkan siswa. Siswa datang ke sekolah itu bukan suasana sekolah, tapi melainkan suasana perusahaan, seperti mereka bekerja. Dan penguatan ini juga tidak semata-mata hanya meningkatkan agar mereka bisa bekerja di perusahaan atau pabrik, tapi mereka juga dibekali dengan ilmu atau materi-materi tentang usaha mereka mandiri,” tukasnya. ***

Tampilkan Selanjutnya

Tinggalkan Balasan