Kasus Penebangan Kayu Tak Berizin di Kawasan RPH Karedok Terancam 10 Tahun Penjara

SUMEDANG.ONLINEKepolisian Resort Sumedang (Polres Sumedang) memasukan pasal Pasal 78 ayat (5) Jo Pasal 50 ayat (3) huruf e UURI No. 41 tahun 1999 tentang Kehutanan dengan ancaman pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan denda paling banyak Rp5 Miliar dalam kasus penebangan pohon kayu jenis Sonokeling dan Sonobrit di dalam kasawan hutan di Petak 12A1 RPH Keredok Blok Gunung Cangkuang, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang.

Dikatakan Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, pelaku yakni Muhamad Suhinta alias Macan warga Desa Pajagan Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang. Penebangan pohon di aerah Perhutani KPH Sumedang itu tak disertai izin dari pejabat yang berwenang. Pelaku berhasil diamankan pada Senin, 30 November 2020 sekira pukul 14.10 WIB di Mess Pegawai Perkebunan Pisang Blok HGU Desa Amis Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu.

“Dari penebangan kayu illegal itu menghasilkan 34 batang log kayu Sonokeling dan 36 batang log kayu Sonobrit dengan menggunakan gergaji mesin, kemudian diangkut dengan kendaraan mobil Truck dengan Nomor Polisi Z-8507-AB dyang dikendarai oleh saudara Iman Wardiman,” ujar Kapolres dalam keterangan pers. Kamis, 3 Desember 2020.

Lebih lanjut Kapolres menyebutkan sejumlah barang bukti yang diamankan kepolisian selain dari log kayu, juga satu unit kendaraan mobil Truck merk Mitsubishi FE 349 Light Truck warna Kuning Tahun 2000 dengan nomor polisi Z-8507-AB. Selembar Surat keterangan dari Desa Keredok dengan Nomor:525/10/DS-2011/VII/2020, tertanggal 4 Agustus 2020. Selembar lembar SPPT PBB, dan selembar terpal warna biru. ***

Baca Juga

ARTIKEL & OPINI PUBLIK