Sektor Jasa Kena Imbas Covid-19, Pendapatan Pajak Daerah Sumedang Turun 30 Persen

SUMEDANG – Hampir seluruh sektor pendapatan pajak daerah di Kabupaten Sumedang mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19. Menurut Kepala Bappenda Kabupaten Sumedang R. Dedi Ruhendi penurunan terjadi hampir mencapai angka 30 persen.

“Penurunannya hampir 30 persen. Pajak daerah saja turun dari Rp237 Miliar ke Rp194 Miliar, begitu juga PAD nya otomatis secara keseluruhan PAD nya juga menjadi turun dari Rp630Miliar ke Rp 560-an Miliar,” ujar R Dedi Ruhendi pada SUMEDANGONLINE usai Apel Pagi sekaligus Penyerahan SK CPNS Formasi Tahun 2019 dan Penghargaan Pajak Tahun 2020 di Lapang Upacara IPP Setda Kabupaten Sumedang. Senin, 28 Desember 2020.

Dari Sebelas sektor pajak daerah yang menjadi andalan pendapatan asli daerah Kabupaten Sumedang. Dikatakan Dedi, terbesar bersumber dari Pajak Penerangan Jalan Umum (PJU), PBB dan BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan).

Meski demikian sebut dia, untuk Tahun 2021 dia optimistis pendapatan pajak daerah akan kembali menggeliat seiring dengan adanya upaya pencegahan Covid-19 termasuk dengan adanya vaksin. Apalagi penurunan terbesar saat ini terjadi dari sektor jasa, dan Kabupaten Sumedang lebih banyak sumber pendapatan pajak daerahnya dari sektor itu.

“Semua karena Covid-19 terjadi penurunan. Tapi di 2021 kita prediksi ada peningkatan lagi. Karena memang kita kebanyakan potensi pajak kita terbesar dari sektor jasa. Sektor jasanya kan semuanya berhenti karena Covid-19. Seperti pajak restoran, pajak restoran kemarin kita pernah mencapai Rp20 miliar sekarang hanya 12 miliar. Pajak hotel juga, yang tahun kemarin bisa 5-6 miliar sekarang hanya 1,5 miliar, karena tidak ada orang yang menginap,” harapnya penuh optimistis. ***

Baca Juga

ARTIKEL & OPINI PUBLIK