Selama Pelaksanaan Tes Cepat Antigen di Terminal Ciakar Sumedang, Tiga Warga Diketahui Reaktif

SUMEDANG – Selama pelaksanaan pemeriksaan tes cepat antigen oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang di Terminal Tipe A Ciakar Kabupaten Sumedang, ditemukan tiga warga dinayatakan reaktif.

“Dari mulai pemeriksaan ada tiga yang saya ketahui dan itu pun sudah ditindaklanjuti untuk tes konfirmasi. Dan dari tiga itu semuanya warga Sumedang,” ujar dr. Rahmatullah Sidik selaku Kasi Yankes Primer dan Tradisional disela kegiatan tes cepat antigen di Terminal Tipe A Ciakara, Kabupaten Sumedang. Kamis 31 Desember 2020.

Dikatakan dia, kegiatan yang bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang itu sudah berlangsung sejak 24 Desember 2020 dan akan berakhir pada 3 Januari 2021 mendatang.

“Kegiatan ini sebenarnya adalah kegiatan yang bekerjasama dengan Kemenhub dengan Dinas Kesehatan. Kemenhub menyediakan fasilitas alat, sedangkan Dinkes Kabupaten Sumedang menyediakan tenaga pelaksana. Dan sasarannya para pelaku perjalanan yang datang ke Sumedang mapun yang akan berangkat dari Sumedang,” ujar Rahmatullah Sidik. Kamis, 31 Desember 2020.

Menurut Sidik, kegiatan tersebut berlaku untuk seluruh Indonesia, sehingga setiap pelaku perjalanan memang diminta untuk menyertakan tes cepat antigen. Sebagai antisipasi pencegahan penularan Covid-19.

“Dan ini merupakan satu kebijakan bukan hanya di Indonesia, tapi di setiap Negera untuk pelaku perjalanan kita harus melakukan screening seperti itu,” imbuhnya.

Meski demikian lanjutnya, bukan berarti mereka yang telah dilakukan tes cepat antigen kemudian hasilnya reaktif yang bersangkutan dinyatakan positif Covid-19. Karena menurut Sidiki, pihaknya tetap memerlukan tes konfirmasi untuk menegakkan diagnosanya.

“Jadi bapak ibu yang ingin berpergian silakan, dan jangan khawatir. Pertama, kita akan lakukan dengan gratis. Yang kedua, hasilnya pun tidak membuktikan bahwa itu sudah pasti positif Covid-19. Karena kalaupun ada yang reaktif tetap kita akan konfirmasi. Dan yang ketiga, bahwa kalau pun hasilnya negatif. Maka, tetap saja disarankan untuk disiplin protokol kesehatan karena Covid-19 ini kita tidak tahu, pandemi masih panjang jadi jangan gara-gara kita sudah tidak reaktif, merasa sehat, sehingga jadi abai,” demikian Rahmatullah Sidik. ***

Baca Juga

ARTIKEL & OPINI PUBLIK