Lima Hari Buron Black Ditangkap di Purwakarta

  • Terbit Kamis, 21 Januari 2021 - 14:03 WIB
  • Halo Polisi
  • REPORTER: Fitriyani Gunawan
  • EDITOR: Redaksi

MAPOLRES SUMEDANG – Pelarian W alias Black berakhir di jeruji besi. Polisi memerlukan waktu lima hari sejak dia masuk daftar pencarian orang. W dibekuk polisi saat berada di wilayah Wanayasa, Kabupaten Purwakarta.

“Bahwa W alias Black setelah kejadian melarikan diri di beberapa tempat yang pernah disinggahinya. Di antaranya Bojongsoang Kabupaten Bandung, Buah Batu Kota Bandung, Kabupaten Subang dan terakhir ditangkap di wilayah Wanayasa Kabupaten Purwakarta,” ujar Kapolres Sumedang AKBP. Eko Prasetyo Robbyanto saat gelar perkara kasus tersebut di Mapolres Sumedang. Kamis, 21 Januari 2021.

Kronologisnya dikatakan Kapolres, berawal saat anggota XTC sedang menggalang dana untuk korban longsor Cimanggung di Jalan Raya Cimanggung Dusun Manabaya Rt 004 Rw 007 Desa Sindangpakuon Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang.

“Pada saat itu korban ketabrak oleh anggota Brigez yang akan memberikan bantuan korban longsor dan terjadi kesalahpahaman hingga terjadi penganiayaan mengakibatkan meninggal dunia yang dilakukan tersangka A alias Tile, D alias Komeng, N Alias Ute dan W alias Black menusukan pisau sangkur ke arah dada sebelah kiri sehingga pisau tertancap di dada dan tidak dicabut. Mengakibatkan korban meninggal dunia akibat tusukan pisau tersebut,” jelas Kapolres Sumedang.

Lebih lanjut Kapolres menyebutkan, kedua komunitas itu menyepakati menyelesaikan masalah tersebut melalui ranah hukum. “Karena semua tersangka sudah semua ditangkap tidak ada aksi aksi balasan yang tidak berguna. Kami mengimbau kepada komunitas XTc dan BRIGEZ jadilah elemen masyarakat yang bermanfaat.”

“Pada saat ini lebih 10 juta orang menganggur kami juga telah melaksanakan evakuasi korban longsor dan janganlah dikasih beban seperti ini. Masih banyak hal hal positif. Contohnya membantu kami mangkampanyekan protokol kesehatan maupun program vaksinasi, memberikan contoh kepada elemen masyarakat bagaimana cara protokol kesehatan yang baik melakukan bakti sosial yang terdampak pandemi dan panti asuhan. Itulah contoh contoh kalau penggalangan dana tidak dilakukan karena membahayakan diri sendiri dan orang lain,” pungkas dia. ***

Baca Juga

ARTIKEL & OPINI PUBLIK