Pastikan Kebutuhan Dasar Terpenuhi, Bupati Sumedang Tinjau Posko Pengungsian Korban Longsor Cimanggung

  • Terbit Rabu, 20 Januari 2021 - 19:46 WIB
  • SUMEDANG
  • REPORTER: IWAN RAHMAT
  • EDITOR: Fitriyani Gunawan

CIMANGGUNG – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir melakukan peninjauan ke Posko Pengungsian di Taman Burung Perumahan SBG Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang Jawa Barat. Rabu, 20 Januari 2021.

“Peninjauan lokasi pengungsian ke zona 2 di Taman Burung perumahan SBG ini. Ingin memastikan bahwa kebutuhan pengungsi telah terpenuhi baik kebutuhan dasarnya, makanannya, airnya, kesehatannya, sarana prasarana protokol kesehatan dan juga disini telah disiapkan free wifi supaya pengungsi merasa lebih nyaman,” ujar Dony Ahmad Munir dalam keterangannya. Rabu, 20 Januari 2021.

Disebutkan dia, untuk kebutuhan sarana dan prasarana bagi para korban longsor di Cimanggung saat ini sudah terpenuhi.

“Dan diharapkan untuk warga yang ada di zona merah harus siap untuk di relokasi karena mengingat konstur tanahnya sangat labil,” imbuhnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Herman Suryatman menyebutkan Pemerintah Kabupaten Sumedang telah menyiapkan dua skema berkaitan dengan relokasi warga terdampak longsor di Dusun Bojong Kondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung.

Skema pertama relokasi akan terpusat dengan menyediakan lahan di Desa Tegalmanggung hanya saja lokasi ini terkendala dengan jarak yang terbilang jauh.

“Kami sudah cek koordinatnya tanah milik desa. Tentu nanti ada proses tukar guling karena tanah milik desa harus diganti. Nanti pembangunan rumahnya, juga fasos fasumnya akan dibackup Kementerian PU dan BNPB itu skema satu,” ujar Herman Suryatman.

Herman pun menyiapkan skema ke-dua, yakni dengan berkolaborasi dengan Asosiasi Perumahan Nasional (Asprumnas) yang menyediakan Perumahan El Hago di Cilembu Pamulihan.

“Di sana ada 200 kapling sehingga kalo yang 131 KK dialihkan ke sana sangat dimungkinkan. Konsekwensinya apabila melihat standar biaya pembangunan, sekitar Rp. 150 juta (per unit) termasuk di dalamnya sudah ada Fasos dan Fasum,” terangnya.

Pihaknya juga akan mencoba menganalisis skema mana yang akan dipilih untuk merelokasi dan diusulkan ke pemerintah pusat.

Sebagai informasi akibat dari musibah tanah longsor tersebut terdapat 131 Kepala Keluarga harus direlokasi yaitu 41 KK dari Zona 1 Bojongkondang dan 90 KK dari Zona 2 Perum SBG. ***

Baca Juga

ARTIKEL & OPINI PUBLIK