Selama 4 Hari KONI Sumedang Buka Pendaftaran Balon Ketua

  • Terbit Kamis, 7 Januari 2021 - 18:20 WIB
  • OLAHRAGA/Pilihan Redaksi
  • REPORTER: Fitriyani Gunawan
  • EDITOR: Fitriyani Gunawan

SUMEDANG – Jelang musyawarah olahraga Kabupaten Sumedang (Musorkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumedang membuka pendaftaran untuk posisi bakal calon Ketua Koni.

Ketua Panitia Pelaksana Penjaringan Suhara menyebutkan pendaftaran dibuka mulai 7 Januari 2021 hingga 11 Januari 2021. Dengan ketentuan mereka yang akan mendaftar sebagai Bakal Calon KONI harus memiliki KTP Sumedang dan tidak terikat jabatan publik.

“Selain itu tidak ada kasus hukum, fakta integritas, bisa bekerja penuh waktu serta mampu menagerial organisasi,selain harus mendapat dukungan 15 cabang olahraga,” ucap Suhara dalam keterangan persnya. Kamis, 7 Januari 2021.

Dikatakan dia, tatacara penjaringan dan penyaringan telah sesuai dengan mekanisme yang dibuat, dan mendapat persetujuan dari Kadisparbudpora Hari Tri Santosa.

Time scedule yang telah dibuat yakni pada Kamis, 7 Januari 2021 pembukaan bakal calon, Jumat hingga Sabtu 8-9 Januari 2021 penerimaan pendaftaran balon; Minggu 10 Januari 2021 verifikasi dan validasi berkas dukungan oleh panitia seleksi.

“Dan pada Senin 11 Januari 2021 penetapan bakal calon menjadi calon oleh pansel, selanjutnya diberitahukan kepada Ketua Koni dan Bakal calon,” imbuhnya.

Sementara itu menurut Ketua Steering Commitee (SC) Drs. Koko Kadarisman menyebutkan semula pelaksanaan Musorkab KONI Kabupaten Sumedang akan digelar pada 29 Desember 2020, namun karena izin belum kelar tak dapat dilaksanakan. Maka, pelaksanaan izin diundur ke Tanggal 12 Januari 2021 di Gedung Islamc Center Kabupaten Sumedang.

“Mengingat musorkab di tengah pandemi jadi kami pun harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan,” ucap Koko dalam keterangan persnya. Kamis, 7 Januari 2021.

Ketua Organizing Committee (OC) Drs.H. Ade Hidayat, MM, berharap pada pelaksanaannya nanti bisa berjalan dengan baik, semua menataati protokol kesehatan, untuk ikut menjaga tidak terjadinya kluster baru di Sumedang.

“Walau sampai saat ini Sumedang masih tergolong terkendali bila dibandingkan dengan daerah lain,” imbunya. ***

Baca Juga

ARTIKEL & OPINI PUBLIK