Sigap Penanggulangan Longsor Sumedang, Rahmat Apresiasi Dinkes dan DVI Biddokkes Polda Jabar

  • Terbit Minggu, 10 Januari 2021 - 19:09 WIB
  • SUMEDANG
  • REPORTER: Fitriyani Gunawan
  • EDITOR: Fitriyani Gunawan

SUMEDANG – Anggota DPRD Sumedang dari Fraksi PKS, Rahmat Juliadi memberikan apresiasi terhadap kesigapan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Jabar dalam penanggulangan bencana longsor dan banjir di Kabupaten Sumedang.

“Saya mengapresiasi dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang yang sangat sigap dan tak kenal lelah dalam penanganan para korban. Semuanya turun tangan dari mulai kepala dinas, para Kabid, para kasie, juga tenaga medis dan para medis yang bergantian dalam melayani para korban. Bahkan puskesmas puskesmas yang ada di sekitar lokasi bencana dikerahkan untuk ikut membantu, termasuk puskesmas lainnya ditugaskan untuk standby bergantian/shift jaga di posko-posko kesehatan yang sudah didirikan,” ujar Rahmat saat melakukan pemantauan sekaligus membantu penanganan terhadap para korban di Puskesmas Sawah Dadap yang juga dijadikan Pos Ante Mortem Tim DVI Biddokkes Polda Jabar. Ahad, 10 Januari 2021.

Dikatakan, penanggulangan bencana longsor dan banjir di Cimanggung dan Jatinangor hingga saat ini masih terus berlangsung. Termasuk juga evakuasi dan identifikasi jenazah korban jiwa serta pengobatan terhadap korban luka yang kadang luput dari perhatian.

Termasuk sebutnya, melakukan koordinasi yang sangat baik dengan tim DVI Biddokkes Polda Jabar dalam melakukan identifikasi para korban jiwa.

“Sampai sore tadi sudah 13 orang yang teridentifikasi, yang diperkirakan lebih dari 15 korban jiwa lagi yang belum dievakuasi dan teridentifikasi,” ucapnya.

Sebagai orang yang berlatar belakang tenaga medis, Rahmat juga mengingatkan seluruh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang untuk tetap menjaga stamina dan juga tetap hati-hati dalam penanganan para korban ditengah pandemi Covid-19 ini.

“Protokol kesehatan tetap harus ditegakkan dalam situasi bencana ini. Meskipun tentu ini cukup sulit. Tetapi ini tetap menjadi konsekwensi logis yang harus diperhatikan, jangan sampai justru para tenaga medis dan para medis yang jatuh sakit karena kelelahan atau bahkan ada yang terpapar Covid-19,” paparnya.

Rahmat juga meminta kepada Pemda sumedang untuk menyiapkan fasilitas dan sarana kesehatan yang memadai untuk penanggulangan bencana longsor dan banjir di wilayah kecamatan Cimanggung dan Jatinangor.

“Bila perlu mengeluarkan anggaran tidak terduga yang sudah dialokasikan dalam APBD 2021 ini. Demikian juga bantuan logistik Yang di butuhkan oleh warga terdampak baik longsor maupun banjir,” tandasnya. ***

Baca Juga

ARTIKEL & OPINI PUBLIK