Salat Awal Waktu Selamatkan Satu Keluarga dari Musibah Tragedi Cae

CERITA duka mengawali lembaran awal Maret 2021. Sebuah kecelakaan dengan merenggut korban jiwa meninggal kembali terjadi di tanjakan Cae di Blok Kawung Luwuk Dusun Cilangkap Desa Sukajadi Kecamatan Wado, setelah Februari 2012 tercatat 12 orang meninggal saat Bus Maju Jaya mengalami rem blong dan masuk jurang di lokasi yang sama.

Kini, hingga pukul 00.00, Kamis, 11 Maret 2021 sudah tercatat di Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Wado; 23 orang meninggal dunia, 17 orang tercatat mengalami luka. Hanya saja Kepala PKM Wado, dr. Eka Dimyati belum bisa merinci berapa total peserta Ziarah & Tour SMP IT Muaa’Wanah Cisalak Subang itu seluruhnya.

“Mohon maaf sampai hari ini kami belum mengetahaui pastinya berapa jumlahnya,” ujar dr Eka Dimyati pada wartawan termasuk reporter SUMEDANGONLINE pada Rabu malam di PKM Wado.

Korban meninggal diposisikan dalam dua titik lokasi, di pinggir pintu masuk ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan juga di halaman PKM Wado. Korban-korban itu seluruhnya sebut Eka, akan dirujuk ke RSUD Sumedang untuk penanganan selanjutnya.

Isak tangis mewarnai terdengar ketika beberapa orang dari keluarga yang sudah tiba di PKM Wado, dan mendapati keluarga dan sanak saudara mereka masuk dalam kelompok yang meninggal dunia. Ada juga sebagaian diantaranya masih terlihat mimik waswas, karena nasib keluarganya belum jelas. Apakah selamat atau tidak. Redaksi juga beberapa kali menerima telepon untuk mencari beberapa orang, namun data per-nama malam itu memang belum sepenuhnya ada.

Polisi masih bekerja keras untuk membagi tugas, ada yang melakukan evakuasi, olah tempat kejadian perkara, dan tentu saja mencari identitas para korban meninggal dari mereka yang selamat. Pemerintah Kabupaten Sumedang sendiri menerjunkan 20 ambulance untuk mempercepat proses evakuasi, sayangnya hingga pukul 23.59 masih tersisa 5 orang yang terjebak dan memerlukan alat untuk membongkar badan bus.

Adalah Umi Mimin, demikian dia minta disapa redaksi yang menemuinya di ruang rawat Inap PKM Wado. Perempuan berusia 41 tahun dan dua orang anaknya itu merupakan kelompok yang selamat dan hanya mengalami luka ringan. Naima gadis yang baru berusia dua tahun, tak terlihat bersedih dia masih memainkan kain seprai kasur PKM Wado, sementara anak satunya lagi berusia 11 tahun, Nazwa, duduk di pinggir kasur. Ya, mereka bertiga berada dalam satu kasur.

Umi Mimin yang terduduk dekat bantal, menjawab setiap pertanyaan yang diajukan polisi. Aparat itu tengah melakukan identifikasi korban, dengan menanyakan langsung pada korban yang selamat. Polisi menunjukkan foto-foto korban yang sudah tersimpan dalam memori hape.

“Apakah ibu mengenal ini,” ujar polisi yang melakukan identifikasi korban.

Umi Mimin pun mengangguk. Dia menyebut itu adalah kepala sekolah mereka.

Lantas, bagaimana Umi Mimin bisa selamat dari maut yang hampir merenggut setengah dari peserta Ziarah & Tour tersebut.

“Saat itu saya memang dalam posisi sadar. Saya saat itu, telah berniat melakasanakan salat magrib awal waktu. Saya merasakan bus sudah oleng, dan saya terus membaca takbir, dan istigfar. Bahkan saya tahu mobil itu terjerembab ke jurang,” ungkapnya mengawali pembicaraan.

Posisi Umi Mimin saat itu memang berada di kursi kedua dari depan, atau dibelakang supir. Dia pun mengaku sempat kehilangan Nazwa, apalagi posisi kendaraan saat itu sudah terbalik dengan roda di atas.

“Anak-anak sudah jauh dari saya. Tadi sebelum kejadian itu di lahun,” ungkapnya.

Tak merasa tubuhnya kesakitan karena terhimpit jok dia berusaha untuk mencari anaknya, dengan cara merangkak.

“Saya kan waktu itu kegencet jok, tapi saya merangkak mencoba keluar terus mencari anaksaya Nazwa, lalu saya mendengar dia menjawab, di sini ummi. Setelah itu saya menggendongnya, saya lupa jika saya masih sakit akibat tergencet jok,” bebernya.

Ucap syukur terus mereka panjatkan, mendapati seluruh keluarganya dalam keadaan selamat.

Sementara proses evakuasi korban terus dilanjutkan, apalagi telah turun bantuan dari Basarnas.  ***

Baca Juga

ARTIKEL & OPINI PUBLIK