Bupati Sumbang Penderita Thalasemia Lewat Program Ngasuh Dinkes Sumedang

SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang bergerak cepat menanggapi adanya postingan pemilik Akun Asep Setiawan berkaitan dengan adanya seorang pasien yang terkena thalasemia dari keluarga kurang mampu.

“Jujur , baik hati , ciri bapak ini berawal dari cod jual  burung ,yg ternyata untuk biaya putri  tercinta, putri kecil beliau terkena telesemia  yang harus ganti darah tiap bulan,dan bukan biaya sedikit, alhamdulilah hari ini dikediaman saya,saya bisa bincang bincang  tak terasa air mata ini karna ini masalah hati nurani. Beliau warga baginda mudah mudahan beliau diberi jalan dan rizki , amin . Kepada pemerintah kabupaten sumedang ,ini adalah  warga kita ,saya mohon keiklasanya untuk bisa membantu beliau . Mksh buat admin coretan hati  ini mudah mudahan  bisa diterima oleh semua. Salam,” tulis pemilik akun Asep Setiawan.

Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir langsung memberikan respon cepat terkait curhatan tersebut. Melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang langsung menyambangi kediaman keluarga pasien di Dusun Peusar, Baginda, Kecamatan Sumedang Selatan.

“Secara pembiayaan untuk pengobatan sudah ditanggung APBD, satu keluarga sejak sebelum dinyatakan sakit,” ujar Ekky Riswandiyah selaku Kepala Bidang SDK pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang saat dihubungi SumedangOnline melalui sambungan telepon. Ahad, 9 Mei 2021.

Selain itu dalam kunjungan siang tadi juga, melalui program Ngasuh pihaknya memberikan bantuan untuk tambahan stamina dan gizi atasnama Bupati Sumedang.

Dikatakan Ekky program Ngasuh (Ngabiayaan Masyarakat Teu Mampu, Red.) merupakan dana yang berasal dari komunitas-komunitas yang peduli terhadap pasien tidak mampu. “Ada dari organisasi profesi, tupperware, juga ada tenaga kesehatan asal Sumedang yang bekerja di Jakarta,” imbuhnya.

Sehingga lanjut Ekky, untuk biaya perawatan hingga transfusi darah sudah tidak ada masalah sudah ditanggung oleh BPJS yang preminya dibayar oleh APBD Kabupaten Sumedang. Hanya saja sebut Ekky, kemungkinan munculnya postingan tersebut dilihat dari sisi ekonomi keluarga pasien tersebut.

“Jadi tadi ke sana atasnama Ngasuh, ngasih donasi sedikit buat tambahan gizi. Dan anaknya juga dalam kondisi sehat. Terus tadi juga bilang ke kadernya agar dapat mencarikan bank donornya, jadi kalau misalnya di PMI pas lagi kosong sudah punya stock orang yang darahnya A+. Aku bilang gitu, tapi kalau secara pembiayaan mah, tidak ada masalah. Cuma kalau masalah ekonomi itu diluar keweangan Dinkes,” pungkas dia. ***

Baca Juga

ARTIKEL & OPINI PUBLIK