Direktur LSM Instan Apresiasi Rencana Pembangunan Menara Kujang Sapasang

SUMEDANG – Direktur LSM Instan yang juga Ketua Umum Warga OTD Bongkar, Ifan Yudhi Wibowo menyambut baik rencana pemerintah Provinsi Jawa Barat yang akan membangun menara kembar dan masjid di Desa Jemah, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang.

“Saya sangat mengapresiasi rencana Gubernur Ridwan Kamil dan Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir yang akan membangun menara kembar Kujang Siliwangi di Bendungan Jatigede. Karena hal itu akan menjadi magnet titik kejut bagi pembangunan wisata di Sumedang,” ujar Ifan pada SUMEDANG ONLINE. Senin, 31 Mei 2021.

Karena itu sebut dia, pemerintah harus memiliki keberanian untuk terus membangun dunia wisata demi meningkatkan gerak perekonomian masyarakat. Namun demikian Ifan juga mengingatkan membangun tempat wisata harus selaras dengan membangun faktor penunjang lainya.

“Terutama akses infrastur dan fasilitas penunjang lainya. Gandeng investor yang bonafid dan profesional, manfaatkan dengan maksimal media sosial. Harus memiliki duta wisata yang benar-benar bisa menjadi market public secara luas, gandeng warga sekitar dan beri pemahaman khusus agar siap menjadi masyarakat wisata. Tanpa itu pembangunan wisata akan sulit berkembang,” imbuhnya.

Saat ini sebut Ifan, dirinya menilai Pemda Sumedang belum dengan sungguh-sungguh membangun Sumedang mereka bahkan terkesan tidak memiliki konsep yang jelas dalam pembangunan.

“Seharusnya skala preoritasnya harus jelas jangan setengah-setengah. Jadi kesannya asal-asalan, kalau mau Sumedang dijadikan destinasi wisata yang diharapkan dapat meningkatkan PAD dan perekonomian masyarakat maka seluruh stack holder harus memiliki kemampuan konsep dan pelaksanaan yang cerdas. DPRD juga harus membuka ruang politic dalam meretruksi kontruksi budgeting yang lebih konsen untuk pembangunan wisata,” jelas dia.

Sebut dia, niat baik Pemerintah Propvinsi Jawa Barat harus mampu diterjemahkan dalam keputusan-keputusan politik. “Jangan kesannya nggak ada greget dan landai-landai saja bahkan seperti gagal paham,” kata Ifan.

Dia juga  menyoroti munimnya penerangan jalan di Jalan Lingkar Timur dan Selatan Jatigede, termasuk juga kuakitas jalan yang cepat rusak. Padahal dikatakannya baru dibangun.

“Ini harus menjadi perhatian wakil rakyat dan Pemda, air waduk Jatigede yang tidak stabil terutama jika musim kemarau tiba. Padahal dulu Kementerian PU PR berjanji bahwa waduk Jatigede akan secara kontinue terisi dengan 1 Miliar Kubik. Sehingga menjadi multi fungsi tenaga listrik, air bersih, pengairan pertanian dan meningkatkan detak wisata kabupaten Sumedang.”

“Lah ini waduk, kalau musim kemarau airnya tidak ada, jadinya seperti lembah hantu. Kalau musim hujan air waduk meningkat tapi dipenuhi sampah yang kumuh. Seperti sisa perang, bau yang membuat masyarakat tidak nyaman. Kalau begini apa yang bisa dilihat wisatawan, hal demikian wakil rakyat harus ngomong bahkan berteriak, jangan ngomong di belakabg terus berteriaknya pelan-pelan tak ada yang mendengar,” tandasnya.

Pada prinsipnya, lanjut  Ifan dirinya setuju dan menyambut baik apa pun pembangunan yang ada di Jatigede. Apalagi pembangunan tugu kujang kembar dan masjid di area waduk Jatigede yang sangat prosfektif dan harus didukung.

“Soal covid 19 jangan khawatir sejak awal Pemerintah sangat memperhatikan pencegahan covid 19, dan pembangunan demi keberlangsungan kehidupan perekonomian masyarakat harus tetap dijalankan,” pungkas Ifan. ***

Baca Juga

ARTIKEL & OPINI PUBLIK