Adanya Menara Kujang Sapasang, Ormas BBC Sumedang Berharap Bisa Bangkitkan Ekonomi

SUMEDANG – Ormas BBC DPD Kabupaten Sumedang menyambut baik rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang akan membangun destinasi pariwisata berupa Menara Kujang Sapasang di Panenjoan, Desa Jemah, Kecamatan Jatigede.

Menurut Aries Kusnandar, SE selaku Sekretaris Ormas BBC DPD Kabupaten Sumedang, hal itu merupakan bagian dari terobosan baru dan bentuk  kepedulian dari Pemerintah Kabupaten Sumedang dan Jawa Barat terhadap warga terdampak Jatigede. Dia sangat berharap dengan adanya ikon baru wisata itu dapat berdampak pada perekonomian warga di sekitar Waduk Jatigede.

“Pembangunan tempat wisata ini tentu diharapkan dapat menggerakan roda perekonomian masyarakat di sana. Mulai dari saat pembangunan, tentu saja diharapkan akan banyak lapangan kerja untuk masyarakat setempat dan juga Sumedang. Begitu pun saat pembangunan selesai, sebagai penyedia jasa, pekerja atau yang berjualan di sana harus bisa melibatkan masyarakat setempat,” ungkap Aries dalam keterangannya.

Aries beralasan, hal itu perlu dilakukan pemerintah sebagai bentuk kompensasi sosial pada masyarakat. Lantaran masyarakat terdampak telah melerakan meningglakn kampung halamannya untuk sebuah pembangunan strategis Nasional.

“Ini akan menjadi ikon baru Sumedang, dalam mewujudkan Sumedang sebagai Kabupaten pariwisata. Kalau sekadar pergi untuk melihat air bendungan di daerah lainnya pun juga ada. Jadi harus ada yang unik dalam menarik minat wisawatan dari luar dan dalam Sumedang. Ini akan memberikan harapan bagi para pelaku wisata dan UMKM untuk kecipratan rezeki dari program ini,” tegasnya.

Meski demikian sebut dia, agar dilakukan pengkajian lebih mendalam dari berbagai aspek dengan adanya pembangunan menara tersebut.

“Untuk lebih terarah dengan adanya ikon tersebut, setidaknya harus dilakukan dulu kajian-kajian dampak dari dibangunnya ikon tersebut atau analisis dampak lingkungannya. Baik sosial, ekonomi, budaya, keamanan, pendidikan dan lain halnya. Sehingga menjadi ikon yang berkontribusi positif secara komprehensif bagi masyarakat sekitar khususnya dan umumnya untuk wisatawan yang berkunjung,” tandasnya.

Terutama lanjutnya, faktor keamanan dan kenyamanan yang merupakan harga mati untuk tempat wisata. Setidaknya di tempat wisata itu fasilitas umum harus layak baik tempat parkir, tempat istirahat, tempat jajanan, toilet, sarana ibadah, sarana kesehatan untuk P3K berikut petugas medisnya, petugas keamanan dll.

“Selain itu juga disinergikan dengan pelatihan-pelatihan atau bimtek-bimtek yang diadakan oleh pihak pemerintah maupun swasta yang memungkinkan menunjang aktivitas kegiatan di tempat tersebut,” pungkas dia. ***

Baca Juga

ARTIKEL & OPINI PUBLIK